Mebo Mederma, Solusi Luka Bakar Keluarga Indonesia

by - Oktober 03, 2019

Memasak adalah salah satu hal yang disukai banyak perempuan, termasuk aku. Dari kecil udah terbiasa bantu di dapur mulai dari bantu potong sayuran, goreng lauk dan lainnya. Nggak jarang saat bantu masak adaaaaa aja kejadian jari kena pisau lah, tangan kena minyak panas atau air panas itu semua karena kecerobohanku huhu. Tapi ternyata nggak cuma aku yang mengalami kejadian itu. Banyak teman-temanku yang mengalami hal yang sama, kalian pernah ngalamin juga kaaan?. Dan ternyata pravelensi luka bakar di Indonesia berkisar 2,2%, 69% terjadi di rumah dan 21,5% diakibatkan air panas dan minyak panas. 


Orang dulu kalau kena luka bakar pertolongan pertama yang dilakukan adalah dengan mengoleskan bahan-bahan yang sebenarnya nggak ada manfaatnya buat luka bakar seperti pasta gigi, es batu, kecap dan margarin, hayooo siapa yang kaya gitu juga? Hihi Padahal bisa aja ada bahan kimia yang justru memperparah luka bakar itu.
Ngomongin luka bakar, kalian tahu nggak jenis-jenis luka bakar itu? Beberapa waktu lalu, aku ikut dalam acara Mebo Mederma Womens Community di Noorman Hotel Semarang. Dalam acara tersebut turut menghadirkan dr.Erythrina Permata Sari dokter bedah plastik dan Brand Manager Mebo Mederma Hernita Astriani, S.Farm.Apt.




Dalam acara itu dr.Ery memaparkan tentang jenis-jenis luka bakar dan cara penanganannya. Ada beberapa tingkatan luka bakar yang harus kita ketahui, yaitu :

1. Luka Bakar Superficial (derajat satu)


Luka bakar ini hanya meliputi lapisan kulit paling atas saja (lapisan epidermis). Biasanya luka bakar ini ditandai dengan warna kemerahan, rasa nyeri, dan terkadang membengkak. Contoh luka bakar superficial adalah luka terkena paparan sinar matahari. Biasanya luka bakar ini akan sangat menyakitkan walau tergolong luka bakar rendah.

2. Luka Bakar Derajat Dua


Luka bakar ini meliputi lapisan paling luar kulit yang rusak dan menganggh lapisan bawahnya. Luka bakar tingkat ini adalah jenis luka bakar yang sangat sakit, dengan ditandai munculnya gelembung-gelembung di kulit yang erisi cairan, kulit kemerahan atau bisa menjadi putih, kulit lembab dan rusak. Saat muncul gelembung yang berisi cairan, biasanya tangan suka gatel gitu kepengen mecahin, hihi tapi sebisa mungkin biarkan gelembung itu pecah dengan sendirinya ya.. Jangan mencoba memecahkan dengan jarum atau alat lain takutnya jarum atau alat lain itu nggak steril dan nanti malah memperparah lukanya.

3. Luka Bakar Derajat 3




Luka bakar tingkat ini, lapisan yang terkena luka bakar tidak terbatas, bahkan bisa sampai ke tulang dan organ dalam. Luka bakar ini merupakan tingkat luka paling berat. Biasanya ditandai dengan kulit menjadi kering, pucat atau bahkan putih, namun bisa juga berwarna hitam. Beda banget sama luka derajat satu dan dua, luka bakar derajat tiga ini tidak menimbulkan nyeri. Kenapa yang parah kaya gini malah nggak nyeri? Karena saraf-saraf yang ada sudah mati, jadi nggak bisa merasakan sakit lagi.

Penanganan luka bakar juga nggak boleh sembarangan loh.. Ada mitos kalau luka bakar harus segera diolesi pasta gigi, es batu, margarin, kecap bahkan kopi. Duuh dari jaman dulu itu mitos yang banyak dipercaya sama orang. Padahal bisa aja ada bahan kimia yang justru memperparah luka tersebut. Proses penyembuhan luka bakar tergantung pada pertolongan pertama yang diberikan. Waktu krusialnya adalah 4 jam pertama sebelum lukanya semakin parah. Lalu gimana sih cara menangani luka bakar yang benar? dr.Ery menyampaikan penanganan luka yang benar adalah :

  1. Bila terjadi luka bakar, segera aliri luka dengan air mengalir selama sekitar 20 menit.
  2. Lepaskan barang-barang seperti perhiasan atau barang lain yang mengalirkan panas.
  3. Tutup luka dengan kain steril.
  4. Jangan oleskan mentega, pasta gigi, kopi atau es batu.
  5. Untuk meregenerasi kulit, gunakan salep untuk luka bakar.

Nah ngomongin salep, aku saranin kalian  pakai mebo untuk membantu menyembuhkan luka bakar kalian. Brand Manager Mebo Mederma Ibu Hernita Astriani, S.Farm.Apt mengatakan, kenapa kita harus memilih mebo?Mebo mengandung bahan alami yang memiliki fungsi anti peradangan, anti infeksi, dan membantu regenerasi sel yang tidak mengandung antibiotik. Terdapat zat aktif Scutellariae radix, coptiis rhicoma, dan phellodendri chinensis.

  • Mebo terbuat dari bahan alami yaitu kombinasi minyak wijen dan beeswax, yang mempunyai prinsip mendinginkan luka. Panas yang berlebih dari area luka bakar pada saat dioleskan Mebo, akan diserap sehingga mengurangi keparahan tingkat kepanasan luka bakar.
  • Mebo mampu mempercepat penyembuhan luka bakar sekitar 4-7 hari dengan minimal rasa sakit dan bekas luka.
  • Mebo juga membuat area luka menjadi lembab.
Gimana cara pengaplikasian mebo pada luka? Caranya gampang kok.. Karena mebo adalah salep maka digunakan untuk obat luar saja. Caranya dengan mengoleskan di atas luka bakar ringan yang sudah dibersihkan dan dilap sebelumnya. Oleskan tipis sekitar 1 mm di atas permukaan kulit yang luka bakar ringan. Lakukan pengulangan tiap 4 - 6 jam. Gimana? Gampang kan?

Pudarkan bekas luka dengan Mederma


Kecelakaan kecil terkadang menyebabkan bekas luka yang sulit hilang, hal itu seringkali membuat kita nggak percaya diri. Biasanya penanganan luka yang salah akan menyebabkan bekas luka yang sulit hilang. Bekas luka atau skar adalah proses alami untuk penutupan luka baik karena operasi maupun kecelakaan. Ada beberapa jenis skar antara lain skar fungsional, atrofi, hipertofi dan keloid. Untuk menyamarkan bekas luka, diperlukan penanganan yang tepat. 

Mederma dengan kandungan cepalin, allantoin, dan aloe vera mampu secara signifikan membantu proses penyembuhan luka dalam 8 minggu pemakaian (luka baru). Kenapa Mederma? 
  • Mederma merupakan produk pilihan untuk perawatan bekas luka oleh oleh dokter Indonesia.
  • Mederma tidak hanya bekerja di permukaan kulit, namun juga meresap dan memperbaiki bekas luka hingga bagian dalam kulit sehingga perawatan lebih efektif dan secara menyeluruh.


Cara memakai Mederma:Sama seperti Mebo, Mederma juga merupakan obat luar berupa salep. Cara pakainya tidak sulit


  1. Gunakan hanya ke bekas luka yang sudah benar-benar tertutup.
  2. Oleskan Mederma di atas skar mulai dari tengah ke arah sisi luar, kemudian pijat gel dengan lembut.
  3. Lanjutkan dengan gerakan memutar searah jarum jam hingga Mederma terserap seluruhnya.
  4. Untuk luka baru, gunakan 3 sampai 4 kali sehari sekurangnya selama 8 minggu.
  5. Untuk luka lama, gunakan 3 sampai 4 kali sehari sekurangnya selama 3-6 bulan.

Tata Laksana Dapur oleh Chef Andreas

Setelah mendapat materi dari 2 narasumber tadi, saatnya Chef Andreas memaparkan materi Tata Laksana Dapur supaya dapur kita menjadi  dapur aman dan sehat. Gimana sih Tata Laksana Dapur yang benar?

  1. Dapur harus memiliki ventilasi supaya sirkulasi udara dalam dapur baik.
  2. Selalu bersihkan kompor, terutama bagian burner. Setelah memasak biasanya cipratan minyak akan mengotori kompor, jangan sampai bagian burner terkena minyak karena bisa menjadi pemicu kebakaran.
  3. Letakkan microwave berjarak dengan dinding, supaya segala macam kabel tidak mudah konslet.
  4. Selalu jaga kebersihan mikrowave dari sisa-sisa makanan.
  5. Simpan pisau dalam wadah khusus pisau supaya rapi.
  6. Penempatan kompor sejajar dengan pinggang. selain untuk memudahkan dalam memasak, terdapat jarak antara tabung gas dengan kompor.
  7. Sediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Dapur dengan tata letak yang rapi, selain enak dipandang mata juga sebagai cara kita meminimalisir kecelakaan di dapur. Selalu sedia Mebo dan Mederma di kotak P3K kalian, supaya bila terjadi kecelakaan kecil dapat ditangani dengan tepat. Mebo dan Mederma bisa kalian beli di apotek terdekat, Watsons, Guardian dan Online Shop.

Beruntung banget bisa ikut acara ini, banyak ilmu yang didapat mulai dari jenis luka bakar, penanganan yang baik dan benar, sampai tata laksana dapur yang nggak kalah penting. Semoga apa yang kutuliskan bisa bermanfaat ya :)
Terima kasih~

You May Also Like

0 komentar