Pembangunan Saluran Irigasi Guna Mengatasi Kesenjangan dan Ketahanan Pangan Indonesia

by - Februari 11, 2019

Salah satu hal yang menghambat perekonomian Indonesia adalah infrastruktur yang kurang memadai. Namun akhir-akhir ini, pemerintah sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah dengan perbaikan saluran irigasi. Mengapa saluran irigasi jadi hal yang penting? Karena pembangunan dalam hal pertanian merupakan salah satu hal yang bisa mengatasi kemiskinan dan kesenjangan dalam masyarakat.

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. Semua proses kehidupan yang terjadi di dalam tanah hanya dapat  terjadi apabila ada air.  Proses-proses utama yang menciptakan kesuburan tanah atau sebaliknya yang mendorong degradasi tanah hanya dapat berlangsung apabila terdapat kehadiran air.  

Oleh karena itu, tepat kalau dikatakan air merupakan sumber kehidupan. Dengan demikian tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal.

Berdasarkan inventarisasi kondisi jaringan irigasi oleh Kementerian PUPR pada tahun 2014, dari 7,145 juta ha luas areal irigasi permukaan di seluruh Indonesia terdiri atas 77,23% daerah irigasi kewenangan pemerintah pusat dalam kondisi baik, 4% dalam kondisi rusak ringan, 13,87% dalam kondisi rusak sedang, dan 4,9% dalam kondisi rusak berat. Kemudian, kewenangan provinsi 46,59% dalam kondisi baik, 16,45% dalam kondisi rusak sedang, dan 20,44% dalam kondisi rusak berat. Daerah irigasi kewenangan pemerintah kabupaten/kota hanya 40,95% dalam kondisi baik, sedangkan sisanya 18,87% dalam kondisi rusak sedang, dan 21,80% dalam kondisi rusak berat.

Melihat betapa pentingnya irigasi bagi pertanian, pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR baru-baru ini membangun sebuah  embung di Giriroto, Ngemplak Boyolali. Alasan dari dibangunnya embung di Giriroto, Ngemplak adalah melihat desa ini berada di bagian hilir sehingga sawah milik petani di desa tersebut kerap tidak mendapatkan aliran air irigasi dari Waduk Cengklik.

Pict by : Instagram @jokowi

Diharapkan embung yang mempunyai luas 1,3 hektare, kedalaman 6 meter dan kapasitas tampung 48.000 meter kubik ini mampu menjadi sumber air irigasi bagi para petani Desa Giriroto. Sehingga akan terwujud ketahanan pangan lewat hasil pertanian. Selain digunakan sebagai air irigasi, embung ini dapat digunakan sebagai sumber air baku, sumber air bagi ternak terutama saat musim kemarau tiba.

Beberapa waktu lalu Menteri PUPR  Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh kementerian PUPR ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur secara fisik namun juga mengurangi kesenjangan antar wilayah dalam upaya pemerataan pembangunan. Disebutkan juga bahwa kementerian PUPR melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kesenjangan antar wilayah, kemiskinan, dan pengangguran.

Peluang terjadinya kemiskinan di daerah irigasi akan semakin besar jika tidak adanya teknologi yang menghasilkan pendapatan lebih bagi para petani.

Perbaikan infrastruktur ini sangat perlu dijadikan fokus utama pembangunan pertanian karena berkaitan dengan peningkatan luas pertanaman yang berdampak pada peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan para petani. Menyejahterakan petani merupakan langkah untuk mengatasi kesenjangan masyarakat dan mengatasi kemiskinan.

Pembangunan infrastruktur bidang pertanian khususnya saluran irigasi bertujuan untuk  meningkatkan jumlah panen dalam setahun. Sebab kondisi sebenarnya, di Indonesia terdapat lahan tanaman padi mencapai sekita 81 juta hektar. Dari luas lahan tersebu sekitar 40 juta hektar hanya bisa ditanami setahun sekali dan 41 juta hektar lainnya dapat ditanami hingga 2-3 kali dalam setahun.  Diharapkan produktivitas lahan pertanian bisa ditingkatkan, dan lahan yang semula hanya bisa ditanami setahun sekali bisa ditingkatkan menjadi lebh dari sekali. Hal ini menjadikan pembangunan irigasi pertanian menjadi suatu hal yang mendesak.

Kabarnya pembangunan saluran irigasi dan perbaikan jaringan irigasi yang rusak akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Setidaknya proyek pembangunan ini akan membutuhkan tambahan areal irigasi baru antara 1,5 - 2 juta ha sampai dengan tahun 2020 di pulau-pulau besar di luar Jawa seperti Sumatra dan Sulawesi.

Pembangunan dan perbaikan irigasi merupakan langkah konkret yang dilakukan pemerintah dalam upaya memperjuangkan ketahanan pangan.

Semoga pembangunan yang sedang dilakukan oleh pemerintah lancar dan membawa pengaruh baik kepada para petani dan tentu saja membawa dampak yang baik untuk perekonomian Indonesia.


You May Also Like

0 komentar